lanya sama: perhatian ada, tapi waktu yang kamu terima cuma sisa-seperti nunggu giliran di hidup seseorang.
Pada titik tertentu, kamu harus tanya: ini hubungan yang dirawat, atau kamu cuma diseduh biar tetap hangat?
Kalau porsinya selalu sisaan, prioritasnya sudah kelihatan.
Dan pelan-pelan kamu sadar:
hubungan yang dari awal nggak jelas, nggak akan tiba-tiba jadi jelas.
Gantung itu bukan chemistry... itu manajemen ekspektasi sepihak.
Perhatian dikasih secukupnya, kedekatan dijaga seperlunya, supaya kamu tetap stay tanpa dikasih arah.
Yang bikin rusak mental bukan nunggu status,
tapi maksa diri percaya seseorang yang prioritasnya nggak pernah ke kamu.
Acting dewasa biar ga capek berantem itu maksain jiwa untuk kuat bertahan,
bisa ga maksa diri sendiri utk berani baca pola tanpa ngarang alasan?
Dan kalau seseorang cuma hadir di sisa waktunya, kamu bukan pasangan..kamu cadangan yang dibungkus manis.
Hargai diri kamu cukup tinggi sampai berani cabut dari apa pun yang cuma bikin kamu menunggu tanpa rencana.
Pada akhirnya, hati kamu cuma butuh satu hal:
diperlakukan dengan niat, bukan digantung dengan alibi. Kalau seseorang nggak bisa kasih kejelasan,
kamu berhak pergi mencari ketenangan.
Simpan harga dirimu. Naik level.
Kamu bakal kaget betapa damainya hidup
begitu kamu berhenti nunggu orang yang nggak pernah siap.